Kegiatan Wisata di Nias Perlu Terus Digalakkan
Jakarta (Yaahowu Nias)
Kegiatan wisata di Pulau Nias, Sumatera Utara, harus terus digalakkan. Hal itu diperlukan mengingat promosi dari mulut ke mulut tentang obyek wisata Nias di luar negeri saat ini cukup menggembirakan. Tetapi herannya kegiatan wisata di pulau itu justru nyaris sepi.
“Karena itu, saya mengusulkan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bapak Jero Wacik agar dipikirkan upaya-upaya membuat daya tarik Pulau Nias tersebut. Saya juga mengusulkan agar kegiatan kepariwisataan perlu dilakukan cukup sering di Nias,” ujar Ibu Soesilo Soedarman kepada Menbudpar Jero Wacik di Cilacap, Jateng, September 2007 lalu.
Menurut penilaian Ibu Soesilo Soedarman, ketika suaminya masih menjadi Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi, dia sering berwisata ke Pulau Nias dan melihat daya tarik yang luar biasa di Pulau Nias. Salah satu obyek wisata di pulau itu adalah pantainya yang bergelombang besar dan kerap dijadikan lokasi berselancar oleh para wisatawan mancanegara.
“Belakangan masih ada wisatawan mancanegara berselancar di sana, tetapi jumlahnya sudah sangat sedikit. Karena itu, agar Pulau Nias bisa tetap dijadikan lokasi berselancar bagi wisatawan mancanegara, saya usul agar beragam kegiatan kepariwisataan digalakkan di sana. Promosi tentang Pulau Nias juga perlu dipersering hingga ke Eropa. Semua usul saya ini penting demi keberhasilan dunia wisata Indonesia,” ujar Ibu Soesilo Soedarman.
Menanggapi usulan tersebut, Menbudpar Jero Wacik yang saat itu baru saja meresmikan penggunaan Museum Soesilo Soedarman di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, menjanjikan akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara. Dengan koordinasi itu bisa diharapkan promosi kepariwisataan Pulau Nias dilakukan dengan baik. “Pada gilirannya wisatawan mancanegara pun akan berdatangan ke Nias untuk berselancar dan menikmati objek wisata lainnya di Sumut,” ujar Jero Wacik. (Ami Herman)

ditulis pada 26 November 2008 at 1:40 pm
ditulis pada 28 November 2008 at 6:39 am
ditulis pada 1 February 2010 at 5:52 am