Kandindat Guru Besar Unsri DR. Fakhili Gulo : Pendidikan di Nias Harus Diprioritaskan

Ditulis pada : 24 December 2009 di Berita Utama |

MedanBisnis,  Medan

fotofakhiliBelum memadainya fasilitas pendidikan yang diperoleh masyarakat pulau Nias hingga saat ini, menjadi penyebab terjadinya kemiskinan dan kebodohan. Karenanya pendidikan dipulau itu harus diprioritaskan.

Tanpa itu, masyarakat Nias tetap kurang berkembang sepeti apa yang terjadi saat ini. Meskipun banyak potensi daerah yang sebenarnya bisa memberi kontribusi bagi kesejahteraan rakyat , namun tidak bisa dimaksimalkan karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Pendidikan harus dikedepankan dibumi yang menyimpan sejuta pesona keindahan laut itu”, ujar kandidat Guru Besar Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, DR Fakhili Gulo kepada wartawan di Medan, sabtu (19/12).

Sosok yang juga anggota Pendidikan Tinggi (Dikti) Diknas itu berpendapat, pemerintah harus juga konsisten menerapkan wajib belajar sembilan tahun. Konsisten dimaksud dengan adanya implemetasi nyata wajib belajar itu.

Yang terjadi saat ini, kata dosen bidang ilmu kimia itu, banyak anak Nias yang tidak bersekolah. Menurutnya, ada dua hal yang mempengaruhinya yaitu faktor ketidakmampuan secara ekonomi dan faktor ketidak mampuan anak itu sendiri.

“Namun saya kira tidaklah masalah, yang sulit dituntaskan jika pemerintah pusat maupun daerah setempat konsisten menerapkan wajib belajar sambilan tahun itu” jelas Fakhili, yang menamatkan gelar S3-nya dari University of Rennest Paris Prancis. Selain itu tidak ingin bersekolah, yang menjengkelkan, katanya, banyak juga anak usia belajar yang memilih putus sekolah untuk menikah. Bekerja seadanya dan bahkan hanya untuk pengangguran.

Fakhili menyebutnya sebagai bagian dari dinamika masyarakat yang harus diperhatikan pemerintah. “Itu tanggung jawab Pemerintah. Jangan hanya menunggu peranan lembaga donor atau bantuan Negara lain. Nah, implemetasi tanggung jawab pemerintah itu jugalah yang hingga kini masih samar disana,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan Potensi Nias (LPPN) Ebenezer Hia sependapat dengan pernyataan Fakhili. Faktor yang menjadi lambannya pertumbuhan Nias di segala bidang, merupakan akibat dari kurangnya kualitas SDM.

Sehubungan dengan itu, LPPN berjanji akan mengintensifkan perannya terhadap dunia pendidikan di Nias, termasuk siap bekerjasama memberikan apa yang bisa diberikan dan mengontrol jalannya proses pendidikan. “Ini sudah menjadi tekad bulat kami. Sebab siapa lagi yang peduli terhadap masyarakat Nias jika tidak dipelopori putranya sendiri,” tegasnya. (Benny Pasaribu)

Ditulis pada : Thursday, 24 December, 2009 jam : 1:16 am dalam : Berita Utama . Anda dapat melihat respon komentar pada RSS 2.0 . Seluruh Komentar ditutup.

Terdapat 8 Komentar Pada tulisan “Kandindat Guru Besar Unsri DR. Fakhili Gulo : Pendidikan di Nias Harus Diprioritaskan”

Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

  1. 1 Pada 24 December 2009, Markus Zebua IP : 114.122.133.151 Berkata:

    Visi Pak DR Fakhili sangat bagus, apalagi bila diterapkan di Nias khususnya di Nias Barat sebagai percontohan Wajib belajar. Kalau ada anak-anak yang masih usia wajib belajar tidak sekolah ditangkapin aja orang tua mereka biar orang tua yang bertanggung jawab, apalagi waktu anak mereka di babtis, para orang tua sdh janji akan menyekolakan anak-anak mereka. kalau masalah biaya itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah.

    Apakah Pak DR. Fakhili bersedia jadi Kepala daerah di Nias Barat ? tentu saja visi ini dapat dilaksanakan disana. Terima kasih.

  2. 2 Pada 24 December 2009, Rahmat Zai IP : 114.122.202.74 Berkata:

    Ide Bapak DR Fakhili bagus juga kalau dilaksanakan oleh Kepala daerah, biar daerah itu tidak bodoh-bodoh amat lah, apalagi kalau di Nias Barat dibuat kebijakan Orang tua dikenakan sanksi kalau anaknya tidak sekolah.

  3. 3 Pada 30 December 2009, kurnia gulo IP : 114.126.77.136 Berkata:

    Terima kasih atas masukan sdr, Dr.Fakhili Gulo atas idenya dalam membangun pendidikan di Nias barat.Kami berharap agar tetap memantau situasi dan kondisi daerah Nias Barat ini , yang masih seumur jagung tapi segudang telah menyimpan masalah di berbagai bidang dan sisi kehidupan termasuk dalam masalah pengadaan CPNS barusan ini. Terima kasih. Dari Gabalomu di Desa Lologolu.

  4. 4 Pada 31 December 2009, Haogo Daely IP : 117.102.105.222 Berkata:

    Salam kenal pak Gulo, saya senang baca tulisan dan program bapak semoga Pemda Nias dapat terinspirasi bahwa menyekolahkan anak-anak adalah suatu keharusan jika kita mau ada perubahan kesejahteraan hidup.

    Terima kasih

  5. 5 Pada 31 December 2009, Ronald Waruwu IP : 118.96.5.209 Berkata:

    Ya’ahowu

    Luar biasa putra Nias pak Fakhili Gulo. Dulu saya sempat dengar Habibie dari Nias adalah bapak.

    Tolong diamalkan pengetahuan yang diperoleh untuk kemajuan Nias pak.

    Terima kasih

  6. 6 Pada 1 January 2010, Rudi zai IP : 202.3.213.130 Berkata:

    Luar biasa ya pak, apa langkah konkritnya wajib belajar apakah ada sanki jika tdk mau sekolah? Bagaimana jika diterapkan di Nias. Tks

  7. 7 Pada 7 January 2010, Kak Putra IP : 122.200.8.35 Berkata:

    I’m very proud of you, Dr. Fakhili. And I’m very happy for your opinion and argument. My vision is same with you. In the world, is so hard to find out and look for who has vision to transform Nias Island.

    Tapi ada sesuatu hal yang ingin saya ajukan, karena saya rasa ini merupakah hal yang sangat penting. Ada beberapa asumsi yang selama ini “mematikan” masyarakat Nias, sebagai berikut:
    1) Pendidikan merupakan tugas pemerintah 100%. Asumsi ini merupakan kesalahan terbesar di Indonesia, khususnya Pulau Nias. Pendidikan adalah tugas kita bersama, orang tua maupun pemerintah. Tanpa campur tangan orang tua, saya rasa, sehebat apapun program wajib 9 tahun yang Bapak ajukan, itu tidak akan membawa dampak apa-apa. Demikian pula sebaliknya, tanpa pemerintah, pendidikan akan sulit diterapkan. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, bagaimana orang tua mampu mengambil perannya dalam hal ini? MUDAH,, para pelajar ( seperti Dr. Fakhili) menyelenggarakan seminar pendidikan kepada para orang tua. Tapi ingat, masyarakat Nias tidak mau mengikuti seminar yang memerlukan biaya yang cukup besar. Terus, dari mana biaya penyelenggarnya? Itu tugas kita. Siapa yang mau membangun Nias, harus berkorban.
    2) Nikah yang terutama. Jelas, ini adalah filsafat kosong. Begitu banyak keluarga yang hancur jika lebih memprioritaskan pernikahan dari pada pendidikan.
    3) Ekonomi yang rendah, sehingga tidak bisa menyekolahkan anak. Dengan BERANI saya mengatakan ini sangat SALAH. Jujur, saya sudah melihat potensi dari anak-anak Nias dalam bidang pendidikan yang luar biasa. So many of us got a scholarship but too many of us do not want to transform Nias… Itulah permasalahannya. Lebih banyak yang mau membangun dirinya sendiri dari pada mentransformasi pendidikan di Nias.
    4) Anak malas masuk sekolah, jadi lebih baik tidak ke sekolah. Ini benar-benar dipertanyakan kembali. Apakah benar demikian? Jika siswa terus merasa malas, seharusnya para pendidik (guru) kembali me-review dan mencari tahu mengapa hal itu bisa terjadi.

    Jadi, kesimpulannya: Pendidikan di Nias merupakan tugas pemerintah, guru, dan orang tua, serta seharusnya kita sebagai mahasiswa turut mengambil bagian dalam hal ini. Thanks a lot……………………………………….

    Kak Putra

  8. 8 Pada 4 April 2010, Sokhiaro Daeli IP : 124.81.208.234 Berkata:

    Saya menyaksikan dan bertemu dengan pak Fakhili di Seminar di Nias Barat. Saya dan peserta seminar sangat kagum dengan pak Fakhili yang rendah hati dengan cara presentase yang komunikatif. Untuk saat ini dan ke depan sosok pak Fakhili dibutuhkan sekali untuk membangun Nias dan khususnya Nias Barat.

    Yaahowu

ke Atas »