Kandindat Guru Besar Unsri DR. Fakhili Gulo : Pendidikan di Nias Harus Diprioritaskan
MedanBisnis, Medan
Belum memadainya fasilitas pendidikan yang diperoleh masyarakat pulau Nias hingga saat ini, menjadi penyebab terjadinya kemiskinan dan kebodohan. Karenanya pendidikan dipulau itu harus diprioritaskan.
Tanpa itu, masyarakat Nias tetap kurang berkembang sepeti apa yang terjadi saat ini. Meskipun banyak potensi daerah yang sebenarnya bisa memberi kontribusi bagi kesejahteraan rakyat , namun tidak bisa dimaksimalkan karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
“Pendidikan harus dikedepankan dibumi yang menyimpan sejuta pesona keindahan laut itu”, ujar kandidat Guru Besar Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, DR Fakhili Gulo kepada wartawan di Medan, sabtu (19/12).
Sosok yang juga anggota Pendidikan Tinggi (Dikti) Diknas itu berpendapat, pemerintah harus juga konsisten menerapkan wajib belajar sembilan tahun. Konsisten dimaksud dengan adanya implemetasi nyata wajib belajar itu.
Yang terjadi saat ini, kata dosen bidang ilmu kimia itu, banyak anak Nias yang tidak bersekolah. Menurutnya, ada dua hal yang mempengaruhinya yaitu faktor ketidakmampuan secara ekonomi dan faktor ketidak mampuan anak itu sendiri.
“Namun saya kira tidaklah masalah, yang sulit dituntaskan jika pemerintah pusat maupun daerah setempat konsisten menerapkan wajib belajar sambilan tahun itu” jelas Fakhili, yang menamatkan gelar S3-nya dari University of Rennest Paris Prancis. Selain itu tidak ingin bersekolah, yang menjengkelkan, katanya, banyak juga anak usia belajar yang memilih putus sekolah untuk menikah. Bekerja seadanya dan bahkan hanya untuk pengangguran.
Fakhili menyebutnya sebagai bagian dari dinamika masyarakat yang harus diperhatikan pemerintah. “Itu tanggung jawab Pemerintah. Jangan hanya menunggu peranan lembaga donor atau bantuan Negara lain. Nah, implemetasi tanggung jawab pemerintah itu jugalah yang hingga kini masih samar disana,” jelasnya.
Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan Potensi Nias (LPPN) Ebenezer Hia sependapat dengan pernyataan Fakhili. Faktor yang menjadi lambannya pertumbuhan Nias di segala bidang, merupakan akibat dari kurangnya kualitas SDM.
Sehubungan dengan itu, LPPN berjanji akan mengintensifkan perannya terhadap dunia pendidikan di Nias, termasuk siap bekerjasama memberikan apa yang bisa diberikan dan mengontrol jalannya proses pendidikan. “Ini sudah menjadi tekad bulat kami. Sebab siapa lagi yang peduli terhadap masyarakat Nias jika tidak dipelopori putranya sendiri,” tegasnya. (Benny Pasaribu)

ditulis pada 24 December 2009 at 10:25 am
ditulis pada 24 December 2009 at 9:51 pm
ditulis pada 30 December 2009 at 12:35 pm
ditulis pada 31 December 2009 at 11:40 am
ditulis pada 31 December 2009 at 10:43 pm
ditulis pada 1 January 2010 at 12:15 am
ditulis pada 7 January 2010 at 11:52 am
ditulis pada 4 April 2010 at 10:36 am