Partai Pelopor Siapkan Hadirat Manao Calon Bupati Nisel Wujudkan Roh Pemekaran
Medan (Yaahowu Nias)
DPD Partai Pelopor Sumut akan melakukan ‘gebrakan’ di Pilkada Nisel dan sudah mem-persiapkan Calon Bupati/Wakil Bupati DR Hadirat Manao, SH/Restu Kurnia Sarumaha, SH yang dianggap mampu mewujudkan cita-cita dan “roh” pemekaran Nisel, yang selama ini belum terlaksana sesuai tujuan dan harapan penggagasan peme-karan maupun masyarakat Nisel.
Demikian diungkapkan Ketua DPD Partai Pelopor Sumut Drs MH Yunus SH didampingi Bendahara Ir Brahmana Setia kepada wartawan, Kamis (7/1) di ruang FPPRN DPRD Sumut, saat melakukan komunikasi dengan salah satu calon yang di-persiapkan untuk Pilkada Nisel yang juga anggota DPRD Sumut.
Yunus memastikan Partai Pelopor akan ikut mencalonkan dengan mempersiapkan bebe-rapa kadernya untuk menjadi calon yang akan diusung dalam Pilkada Nisel tahun 2010, baik untuk calon jabatan Bupati maupun Wakil Bupati, diantaranya DR Hadirat Manao SH (mantan Ketua DPRD Nisel periode 2004-2009) dan Restu Kurnia Saru-maha SE (anggota DPRD Sumut).
Yunus mengatakan, partai pelopor akan membangun koalisi dengan Parpol lain dalam pencalonan di Pilkada Nisel dan koalisi itu sudah dilakukan, bahkan di antara calon yang dipersiapkan pelopor sudah dipinang Parpol lain dan tinggal menunggu keputusan dari DPP Partai Pelopor.
Dari koalisi yang dibangun itu, tambahnya, Partai Pelopor punya peluang dan optimis calon yang bakal diusung akan menang Pilkada Nisel, karena balon yang sudah dipersiapkan sudah dikenal dan dekat dengan masyarakat, seperti Hadirat Manao sebagai Ketua Bamuspernis (Badan Musyawarah Pemekaran Nisel) berhasil meraih suara di Pemilu 2004 mengantarkannya jadi Ketua DPRD Nisel. Demikian halnya Restu Kurnia Sarumaha mampu meraih suara dari Nisel memba-wanya ke DPRD Sumut.
Diungkapkan Yunus, keinginan Partai Pelopor untuk ikut mencalonkan kadernya di Pilkada Nisel, karena banyak keganjilan-keganjilan politis yang terjadi dilakukan elit-elit yang sedang berkuasa di Nisel. Seperti pemilihan ulang nyaris menimbulkan perpecahan dan belum terlaksananya cita-cita pemekaran dibidang pembangunan, terbukti dari adanya anggaran dikembali-kan (tidak digunakan) dan kena finalti karena keterlambatan pembahasan APBD.
Dari kondisi ini, lanjut Yunus dan Brahmana, Partai Pelopor punya tanggung jawab moral dan keinginan politis menampilkan kader-kader pelopor untuk dica-lonkan, karena cita-cita peme-karan Nisel belum terlaksana.
Padahal, ungkap Yunus, tujuan dimekarkannya Nisel, penggagas pemekaran yang diketuai Hadirat Manao adalah ingin masyarakat Nisel lebih baik, sejahtera dan tidak terus tertinggal dari kabupaten/kota lainnya di Sumut.
“Dari kondisi itu semua yang membuat partai pelopor terpanggil untuk berbuat dengan menempat-kan tokoh-tokoh maupun kader-nya yang benar-benar mampu membangun Nisel di berbagai sektor,”

ditulis pada 9 April 2010 at 10:29 pm