Arsip Daerah Sumut Miliki Mata Uang per Kabupaten dari Belanda
Medan (Yaahowu Nias)
Arsip Daerah Sumatera Utara dibawa naungan Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BAPD) Sumut memiliki dan kini menyimpan sejumlah mata uang yang pernah dimiliki daerah di Sumut. Mata uang tersebut dalam bentuk print out berwarna dan sengaja diambil dari Belanda.
Hal ini terungkap ketika 30 mahasiswa Jurusan Perpustakaan, Fakultas Sastra USU berkunjung ke Kantor Arsip Daerah Sumut di Jalan Willem Iskandar, Selasa (2/2). Kepala Bidang Arsip-BPAD Sumut, Drs Jekson Saragih didampingi, Kasubid Pengolahan Arsip Statis Herli Selbi Simanjuntak, SE dan Kasubid Pembinaan Kearsipan Risto Atono, SE menjelaskan, arsip mata uang yang disimpan memang tidak dalam bentuk asli melainkan print out yang sengaja dibeli dari Belanda.
Mata uang tersebut, katanya biasanya digunakan pada zaman-zaman sebelum kemerdekaan di antaranya menyebutkan Uang RI Kabupaten Tapanuli, Konsedan Labuhan Batu, Laboehan Bilik, Siantar , Kewedanan Kaeoloeh Leidong Keresidenan Tapanuli, dan Nias.”Jadi, sebelum rupiah, masyarakat menggunakan mata uang sesuai dengan daerahnya masing-masing dan mata uang tersebut hanya berlaku per daerah,” katanya.
Selain mata uang yang sengaja diambil dari Belanda, sejumlah arsip terkait berdirinya USU, kedatangan presiden dan arsip lainnya juga tersimpan dengan rapi di Kantor Arsip daerah Sumut.
Sejumlah mahasiswa yang hadir di antaranya, Miftahul Zannah, Novia Lestari Pinem mengaku sangat bangga ternyata Arsip Daerah Sumut memiliki koleksi yang luar biasa, bahkan untuk mengumpulkan koleksi tersebut, pihak arsip memburu hingga Belanda.
“Ini sangat disayangkan, mengapa banyak arsip Indonesia tersimpan rapi di negeri orang, seharusnya pemerintah lebih peduli terhadap kondisi ini. Ternyata arsip sungguh memiliki sejarah yang luar biasa,”kata Novia.
Pada kesempatan itu, Novia menyarankan agar masyarakat dan pemerintah ikut memelihara arsip khususnya terkait dengan wafatnya Sisingamangaraja XII yang hingga kini belum banyak diketahui arsipnya.
Selain mengunjungi Kantor Arsip Daerah Sumut, rombongan mahasiswa DIII Perpustakaan USU yang dipimpin Hotlan Siahaan dan Aliadin S.Sos melanjutkan perjalanan ke LP Anak di Tanjung Gusta. (Sumbr:Analisa/maf)
