549 Unit Rumah Penduduk di Teluk Dalam Direhabilitasi NGO
Nias Selatan, (Yaahowu Nias)
Sebanyak 549 unit rumah penduduk di Teluk Dalam Nisel sudah di rehabilitasi NGO. Hal itu dikatakan Ketua Forum Peduli Masyarakat Nias Selatan (FOPMAN), Amos Marthin Waoma, Sabtu (6/3) kepada wartawan di Teluk Dalam.
Amos menjelaskan, ke 549 unit rumah yang sudah direhabilitasi itu masing-masing dari UN HABITAT telah selesai sebanyak 62unit, pembangunan rumah dari PM Spanyol telah selesai sebanyak 10 unit, pembangunan rumah dari Yayasan Howu-howu ada 8 unit, disusul pembangunan rumah penduduk (rumah kayu) sudah terealisasi dari IFRC 30 unit, dan sebanyak 439 rumah penduduk yang di rehab BRR dari kerusakan akibat peristiwa gempa bumi akhir Maret 2005 lima tahun lalu.
Sedangkan NGO SAB-SAS membangun jaringan air bersih sepanjang kota itu, UNDP membangun 1 unit program pengelolaan sampah, ARRNET -embangunan 1 unit pengembangan Lay Telekomunikasi dan membagikan ratusan tong sampah kepada warga di kota Teluk Dalam serta pengembangan usaha ekonomi masyarakat sebanyak 20 RT.
Namun dalam hasil monitorong, Fopman menerangkan tingkat keterlibatan masyarakat selama program rehab-rekon lebih banyak pada tahap perencanaan, sedangkan pada tahap pelaksanaan dan evaluasi keterlibatan masyarakat sangat rendah.
Sedangkan pada tahap pelaksanaan dan evaluasi umumnya disebabkan oleh karena pelaksanaan kegiatan dan program dipihak-ketigakan atau yang melaksanakan adalah oleh kontraktor, akibat kondisi di atas, maka sosial kontrol dari masyarakat sangat lemah dan hasilnya kualitas program khususnya fisik bantuan perumahanpun sangat rendah.
Untuk itu, FOPMAN berhasil mengumpulkan hasil Advocacy dan Lobi temuan Monitoring di Lapangan dengan hasil akan melaporkan semua bahan laporan kegiatan Kepada Bappeda Nisel, kepada Bupati Nisel untuk dipelajari serta dapat memprogramkan dan memfasilitasi dalam satu pertemuan dan berkenan mengundang semua pihak yang pernah ikut terlibat dalam pembangunan yang diduga telah bermuatan korupsi itu untuk segera mencari solusi dari permasalahan yang terjadi.
Selain hal itu ada kesepakatan dari pihak kecamatan dan kelurahan sebelumnya dalam satu pertemuan terakhir menyepakati untuk membantu pihak pemerintah kabupaten dalam pengelolaan sampah di kelurahan pasar Teluk Dalam dengan swadaya dari bantuan lapisan masyarakat. (esp)
