Kasus rabies didominasi gigitan anjing

Ditulis pada : 9 March 2010 di Kesehatan |

MEDAN (Yaahowu Nias)
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui kepala seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P3B2) Dinas Kesehatan Sumut, Suhardiono, mengatakan kasus rabies didominasi oleh gigitan anjing.

”Selama ini seluruh kabupaten/kota yang ada di Pulau Nias dinyatakan bebas rabies. Sebab, tidak pernah dilaporkan adanya kasus gigitan binatang penular rabies seperti anjing, kucing, monyet dan lain-lain,” katanya, tadi malam.

Pada awal Februari 2010, katanya, Kadis Kesehatan Kota Gunung Sitoli melaporkan adanya kasus gigitan hewan penular rabies. Kemudian, tim Kemenkes dan Dinas Kesehatan Sumut berangkat ke kota Gunung Sitoli pada 18 Februari 2010.

Hasil penelitian epidemiologi, ternyata telah terjadi kasus gigitan dari binatang tersangka rabies. Lalu dilaporkan ada 17 kasus gigitan dengan angka kematian 4 orang di Kota Gunung Sitoli. Kasus gigitan binatang penular rabies ini didominasi jenis anjing.

Pada saat bersamaan, katanya, tim Kemenkes dan Dinas Kesehatan Sumut memasok 25 kur VAR sebagai upaya mencegah penularan rabies pada manusia.

”Beberapa hari kemudian, 25 kur VAR itu dilaporkan habis dan Dinas Kesehatan Sumut kembali mengirim 5 kur ke Kota Gunung Sitoli,” ujarnya.

Setelah itu, dilaporkan adanya kasus rabies pada manusia yang dialami Pl  Kadis Kesehatan Nias Utara, Christian Zai (40), pada Jumat (5/3). Keesokan harinya, Sabtu (6/3), tim medis RSU Elisabeth yang merawat korban melaporkan adanya gejala klinis rabies pada manusia.

”Hingga kini, belum ada laboratorium di Medan yang mampu mengidentifikasi virus rabies pada manusia. Karena itu, penegakan diagnosa berdasarkan gejala klinis,” tambahnya.

Setelah ditemukannya kasus rabies pada manusia, tim Kemenkes dan Dinas Kesehatan Sumut langsung diturunkan ke Kabupaten Nias Utara pada Minggu (7/3). ”Kita masih menunggu hasil laporan tim tersebut,” katanya.

Ditulis pada : Tuesday, 9 March, 2010 jam : 3:32 am dalam : Kesehatan . Anda dapat melihat respon komentar pada RSS 2.0 . Anda dapat meninggalkan komentar, atau kembali ke topik tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

ke Atas »