Guru harus berikan pelatihan ujian kompetensi akuntansi

Ditulis pada : 9 March 2010 di Pendidikan |

MEDAN (Yaahowu Nias)
Konsultan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sumatera Utara, Rivolan Priyanti, menghimbau para guru SMK agar memberikan pelatihan kompetensi bidang akutansi kepada para siswa.

Hal itu disampaikannya, setelah melihat lemahnya hasil ujian kompetensi akuntansi SMK Bhakti Luhur Nias Selatan pada 2 Maret 2010 lalu di bidang akutansi. Karenanya, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Lembaga Pendidikan Profesional Bisnis Indonesia (LP2BI) Medan berkeinginan melakukan perubahan kompetensi guru dengan mengadakan pelatihan ujian kompetensi guru di bidang akuntansi.

“Hingga saat ini terdapat 42 orang guru peserta yang belum diregistrasi belum termasuk dari Lampung. Sementara di Sumatera baru ada dua TUK LP2BI yakni di Medan dan Padang Pariaman (Sumbar),” katanya, malam ini.

Disebutnya, seluruh sumber pendanaan kegiatan pelatihan ujian kompetensi guru ini merupakan dana swadana masing-masing peserta.

Sementara, kepala sekolah SMK Bhakti Luhur Nisel, Yakobus Suri, mengatakan pelaksanaan uji kompetensi yang bersertifikat nasional tentu saja berbeda dengan uji kompetensi. Perbedaannya terdapat pada objektifitas pelaksanaan ujian yang terstruktur dan diuji oleh penguji yang sudah mendapat sertifikat.

Dia berharap supaya pelaksanaan uji kompetensi ini dilakukan berkesinambungan dengan tujuan untuk menciptakan lulusan SMK (khususnya di SMK Bhakti Luhur Nisel) ini menjadi lebih kompeten dan mampu memenuhi tuntutan dunia industri.

Ditulis pada : Tuesday, 9 March, 2010 jam : 3:35 am dalam : Pendidikan . Anda dapat melihat respon komentar pada RSS 2.0 . Anda dapat meninggalkan komentar, atau kembali ke topik tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

ke Atas »