James Riady ke Nias

Ditulis pada : 17 January 2008 di Berita Utama |

Gunung Sitoli (Yaahowu Nias)

Pengusaha nasional James T. Riady mengatakan, dunia yang kita hidupi saat ini sedang berjalan dengan kemajuan yang luar biasa sekali, sehingga membuat manusia sangat sombong. Hal itu disampaikan James T Riady yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Pusat dalam sambutannya saat mengunjungi Bumi Tano Niha bersama rombongan di antaranya konsul jenderal Singapore, mantan duta besar RI untuk Australia, Sabam Siagian, mantan sekjen Departemen Pariwisata, L Parapat, Palang Merah Singapura dan Tomorrow Hope di Pendopo Kabupaten Nias, Senin (14/1). Kunjungan James T Riady disambut oleh Bupati Nias, Binahati B Baeha, SH, Ketua TP PKK Kab Nias, Ny. Lenny Baeha serta Kadis Pendidikan Kabupaten Nias, Marthinus Lase, SH.

Lebih jauh James T Riady mengatakan, hal ini dibuktikan dengan adanya disparitas yang begitu luas antara orang terdididik dengan orang tidak terdidik, orang sehat dengan orang yang tidak sehat , kalau dilihat secara jujur dengan situasi seperti ini, kita sadar kuncinya adalah pendidikan, tanpa pendidikan yang kita fokuskan dan prioritaskan maka tidak mengurangi disparitas yang begitu luas tersebut.

Yayasan Pendidikan Pelita Harapan yang didirikan pada tahun 1992 menyikapi hal itu, memiliki satu beban untuk mengambil bagian khususnya di bidang pendidikan dengan memulai mendirikan sekolah dan sekolah yang didirikan bukan hanya di kota besar justru yang menjadi ujung tombak adalah membangun sekolah-sekolah di daerah tertinggal.

Bupati Nias, Binahati B Baeha, SH pada kesempatan itu menyampaikan kondisi umum daerah Nias pasca bencana. Ada tiga hal yang menjadi prioritas Pemerintah kabubupaten Nias yakni, Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur. Sehingga jika ketiga hal itu dapat dicapai maka diyakini sektor lainnya ikut juga terbangun seperti sektor ekonomi dan lainnya.

Ditulis pada : Thursday, 17 January, 2008 jam : 3:09 am dalam : Berita Utama . Anda dapat melihat respon komentar pada RSS 2.0 . Seluruh Komentar ditutup.

Terdapat 7 Komentar Pada tulisan “James Riady ke Nias”

Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

  1. 1 Pada 19 January 2008, Bedali Hulu IP : 222.124.54.245 Berkata:

    Nias harus bangkit dari keterpurukan.
    Beberapa hari yang lalu saya membuka sebuah website tentang penerimaan Guru Agama Di Nias, ketika saya membacanya saya kaget, kenapa? Karena Nias sedang dikibulin. Coba anda bayangkan masyarakat Nias mayoritas beragama Kristen Protestan (sekitar 500 ribu lebih), Katolik (sekitar 130 ribu lebih) dan agama lain hanya sedikit. Tetapi anehnya, penerimaan Pegawai Negeri khusus Guru Agama untuk protestan hanya 29 orang Katolik hanya 1 orang sedang untuk Muslim 79 orang.

    Nias harus bangkit….!
    Jangan dibodoh-bodohi oleh penguasa. Aneh bukan? Pengangkatan Gurua Agama Muslim di Nias sangat tidak efektif. Seharusnya Guru Agama Kristen Protestan dan Guru Agama Katolik itulah yang harus diangkat lebih banyak.

    Kepada ketua Sinode (ketua BPH) BNKP…pesan saya peka dong..!!!

    Saya bersyukur dengan pemekaran kabupaten di Nias, apalagi saya dengan ada pembangunan jembatan (Soroso) muzoi. Kalau saya pulang Kampung di Desa Ononazara, saya tidak kebanjiran lagi karena jemabatan muzoi sudah bagus. Kapan jembatan sungai OYO penghubung Desa ononazara dan Kecamatan persiapan Teolo dibangun..?

  2. 2 Pada 19 January 2008, Bedali Hulu IP : 222.124.54.245 Berkata:

    kepada yth,
    Bp. James Riady.
    Saya orang Nias, tinggal di Tangerang. Saya bangga atas kepedulian bapa untuk membangun sekolah Lentera Harapan di Nias. Kami mendukung dan mendoakan bp. James Riady.

    Salom..sampai bertemu di Lippo Karawaci..Tuhan Yesus memberkati

    Telp. Saya 0813-1690-6180
    Email : bedalihulu@yahoo.co.id

  3. 3 Pada 20 January 2008, ANG IP : 125.160.98.106 Berkata:

    Congratulation,,,semoga Sekolah Lentera Harapan (SLH)semakin sukses dan berkualitas. Harapan kita sekolah lainnya di Nias baik sekolah di bawah manajemen pemerintah daerah dan swasta dapat lebih memacu dan meningkatkan kualitasnya juga, Gbu.

    ANG
    081514248880

  4. 4 Pada 25 January 2008, Fajar Waruwu IP : 122.200.9.38 Berkata:

    Sebagai orang Nias, saya begitu berterimakasih kepada bpk James Riady yg begitu concern terhadap pendidikan di Pulau Nias. Saya kuliah di Universitas Pelita Harapan Tangerang
    dan mengenal sosok pak James (sebagai salah seorang founder Yayasan Pelita Harapan)yang tegas dan tidak main-main dalam bidang pendidikan. Saya percaya bahwa Tuhan maw memberkati P. Nias di bidang Pendidikan melalui Pak James Riady.
    Terimakasih

  5. 5 Pada 29 January 2008, Dali Gulo IP : 118.137.11.80 Berkata:

    Ketika mengunjungi RSUD di Nias, James tanya kepada kepala rumah sakit apakah kira-kira permasalahan yang dihadapi dan apa yang dapat dilakukannya untuk membantu rumah sakit itu. Tak dinyana sang kepala balik bertanya : “Apa yang harus saya katakan?”. Wow, tentu saja timbul kesan seakan-akan RSU di Nias itu tidak mempunyai permasalahan seperti kurangnya SDM bermutu atau peralatan canggih. Asal tahu saja, James punya Siloam Gleaneagles di Tangerang, salah satu rumah sakit termodern dan terlengkap untuk ukuran Indonesia. Jadi, ya kesempatan untuk mendapatkan bantuan hilang percuma. Sungguh sayang …

  6. 6 Pada 29 January 2008, martinus R Zagoto IP : 222.124.71.24 Berkata:

    benar kata pak James Riady bahwa pendidikan adalah dasar dari kemajuan daerah jadi sebenarnya ini adalah salah satu PR pemerintah daerah agar konsen pada pendidikan formal , pelatihan , penyuluhan dan pemberian informasi yang benar melalui perpustakaan daerah yang menurut saya mungkin belum ada disana. tapi salut buat pak James menyentuh pendidikan di P. Nias mudah-mudahan diikuri oleh mereka yang bergerak didunia pendidikan menyentuh daerah-daerah tertinggal diseluruh pelosok tanah air indonesia ini agar ada pemerataan SDM .

  7. 7 Pada 29 January 2010, abdullah john IP : 202.87.177.8 Berkata:

    Nias harus bangkit dari keterpurukan, jangan mau di tipu oleh dept pendidikan yang mengirim guru2 yang punya maksud yang lain. Tetaplah pegang iman didalam Kristus, jangan mau menyerah dengan mereka. jangan mau menukar iman dg menerima guru2 yang jahat.

ke Atas »